Jam di ponsel gue pagi itu nunjukin pukul 7.30 tepat, tiba-tiba ada sebuah message dari temen rumah gue isinya gini " Jun, Lo ikutan ga nih jadi panitia qurban? anak-anak udah pada ke lapangan tuh." oke langsung aja gue reply "oke gue kesana". Dengan muka masih kusut gue langsung melangkahkan kaki menuju lapangan masjid yang letaknya ga jauh dari rumah gue. Meski awalnya nyawa gue masih setengah-setengah gue langsung menuju tempat di adakannya pemotongan hewan qurban. Lapangan masjid dipenuhi kerumunan orang, dari yang masih kecil hingga mereka yang berusia lanjut. "Waduh udah lumayan banyak nih yang di potong" sahut gue dalam hati. Gara-gara gue telat gue ga dapet baju panitia, rasanya ada yang kurang aja menurut gue, tapi yasudahlah. Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar... teriakan seorang panitia terdengar ditelinga gue setiap kali pemotongan akan dimulai, satu persatu kambing-kambing pun menemui ajalnya, meski mereka udah teriak-teriak kaya gini "mbek... mbek..." yang mungkin maksudnya tolong jangan potong gue, gue masih mau hidup lebih lama lagi hehe.. tapi seorang penyembelih yang menurut gue udah handal menghempaskan pisau ke leher mereka dengan gagah nya. Darahpun mengalir cukup deras dari tenggorokan mereka, sedikit kasihan sih tapi menurut gue itu lah indahnya islam. Sampai-sampai Nabi Ibrahim AS sempet Allah swt perintahkan tuk menyembelih anaknya sendiri, kalau orang-orang sekarang disuruh ngelakuin hal-hal kaya gitu menurut gue mereka akan berpikir 100x. Hingga dimulainya perintah tuk melaksanakan ibadah Qurban tuk bisa berbagi kepada mereka yang kurang mampu dan membersihkan diri dari sifat-sifat kebintangan yang masih seringkali kita lakukan. memang Islam Begitu Indah. Kambing terakhir pun telah berhasil dieksekusi, sekarang giliran hewan-hewan yang berbadan Jumbo yaitu para Sapi yang gue lihat dari mimik wajah mereka begitu panik ada yang sempat meneteskan air mata, kasihan. Sapi pertama bersiap tuk dieksekusi tentunya dibutuhkan orang-orang berpengalaman untuk mengeksekusi sapi bisa dikatakan mereka cukup sulit tuk di sembelih. Sekumpulan pria dewasa bersiap tuk mempermudah jalannya pemotongan, beberapa menit kemudian Darah tersembur dari tenggorokan mereka. Sapi demi sapi berhasil di eksekusi hingga sampai pada sapi terakhir. Badannya tampak gagah, tinggi dan cukup berwibawa begitu juga dengan tanduknya terlihat cukup tajam. Tali Tambang telah disiapkan, gue bersama beberapa orang lainnya bersiap tuk menjatuhkan sapi tersebut karena tali sudah terikat begitu kuat menurut kami, tapi begitu hendak dijatuhkan Sapi tersebut berhasil melepaskan ikatan dikakinya. gue mendadak panik dan gue bilang gini dalam hati " waduh gilee juga nih sapi, kakinya kuat banget, gimana kalau sampe lepas ya? bisa bahaya." setelah tiga kali dicoba akhirnya Sapi pun berhasil dijatuhkan "bruk.." dengan sigap kami pun menahannya begitu kuat. Beberapa menit kemudian darah keluar cukup deras dari tenggorokan sapi hingga membuat muka dan badan seorang panitia pemegang kepala sapi ternodai darah segar, Sapi masih berusaha menghentakkan kakinya meski itu hal yang sia-sia menurut gue toh kepalanya udah ga ada hehe. Semua hewan qurban udah berhasil dieksekusi tapi masih banyak yang harus dilakukan, "kira2 apa ya yang bisa gue lakuin tapi ga terlalu menguras tenaga? " Sahut gue dalam hati, alhasil gue mencoba tuk memotong daging-daging sapi yang menurut gue ga terlalu keras dan berhasil gue potong menjadi beberapa bagian, dagingnya terasa begitu hangat temen-temen gue pun asik dengan pisaunya masing-masing. dua jam kemudian Daging kambing dan sapi udah berhasil dibagi dan telah tersusun di pelataran masjid. gue bareng temen-temen gue dengan cekatan memasukkan daging-daging ke dalam plastik. Jujur capenya minta ampun, badan gue terasa nyut-nyutan. Gak lama kemudian kami selaku panitia membagi-bagikan daging qurban kepada mereka yang membutuhkan, rasanya tuh gue bersyukur banget Allah masih sayang sama gue mesti banyak cobaan yang udah gue alami selama ini. tapi itulah hidup "semua akan terus berjalan tak kenal waktu hingga nyawa terhempas dari tubuh ini" bisik gue dalam hati . Selesai