Hari ini Pengumuman tes masuk perguruan tinggi negeri akan segera dirilis. Hati gue terasa begitu berdebar-debar, jantung ini terasa berdegup lebih cepat dari biasanya. "Kira-kira gue lulus ngga ya, gue pasrah aja deh" sahut gue dalam hati. Sore itu gue pergi ke sebuah kafe di temani seorang yang spesial banget buat gue, yang udah menyemangati hidup gue selama di SMA. Dua gelas Hot Chocolate dan sekotak donat siap menemani kami sore itu.
Perlahan gue nyalakan laptop ASUS yang selama ini udah membantu gue menyelesaikan banyak tugas di SMA. Jaringan Hotspot telah terkoneksi, gue segera mengetik halaman website pengumuman ujian PTN untuk mengecek kelulusan kami. Gue masukkan nomor peserta beserta passwordnya "93423742.." Gue sempat menahan napas sejenak, beberapa detik kemudian muncul sebuah tulisan "Selamat anda di terima di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran." Selanjutnya giliran dia yang memasukkan nomor peserta nya "83739398..". Dan ia pun di terima di Fakultas Teknik Elektro Universitas Brawijaya.
Awalnya, kami begitu gembira karena kami berdua di terima di PTN yang kami pilih. Namun, tiba-tiba suasana berubah. "Sal, berarti kita bakal pisah ya setelah ini?" tanya gue dengan nada pelan. "Iya, cha tapi kita harus bersyukur karena kita udah berhasil melewati ujian yang telah kita lakukan beberapa waktu yang lalu." jawab dia dengan nada pelan juga. Ngga lama kemudian kami pulang ke rumah dengan perasaan mellow.
Sebulan kemudian gue mengantar dia ke bandara karena dia masuk kuliah lebih awal. "Sal, kamu kamu tetep sayang sama aku kan meski kita bakal terpisah di tempat yang jauh." sahut gue. "iya, insya allah aku akan tetep sayang sama kamu cha." dia membalas perkataan gue sambil memeluk gue erat2. Suasana berubah menjadi sendu di tambah lagi gerimis hujan yang mewarnai sore itu. Dia pun menggerakkan kaki nya menuju pesawat. Ngga lama kemudian gue kembali ke mobil dan bergegas meninggalkan bandara.
***
Berselang dua minggu setelah itu, gue bergegas menuju kampus gue di Bandung. Segala keperluan udah gue siapkan dari hal-hal yang penting sampe ngga penting. Kedua orang tua gue mengantarkan gue ke kosan yang udah gue dapatkan beberapa hari sebelumnya. Kurang lebih dua jam gue pun tiba di Kota Bandung. Semua perasaan sedih itu terasa hilang sejenak karena gue bener-bener akan memulai hidup baru di tempat yang baru pula. Menjadi seorang mahasiswi Kedokteran.
Kehidupan gue yang baru pun di mulai. Gue harus bisa menyesuaikan diri di tempat yang cuaca nya sedikit berbeda dengan Jakarta. Dingiin, itu lah kata pertama yang selalu hadir di pikiran gue. Meski gue ngga menyalakan Air Conditioner di kosan, dingin nya udah begitu terasa, terkadang gue suka menggigil sendiri. Apalagi disaat gue berniat untuk mandi. Brrr.. dingin banget.
"Yaa, sekarang gue udah jadi mahasiswi. Gue harus bisa belajar lebih mandiri dan dewasa." sahut gue dalam hati. Satu bulan pertama, udah berhasil gue lewati dengan baik, gue menemukan teman-teman baru dari berbagai daerah yang beberapa belum pernah gue kunjungi sebelumnya. Banyak banget mahasiswa/i yang berwajah tampan dan cantik disana.
Suatu siang gue melangkahkan kaki ke kantin karena perut gue terasa begitu kelaparan karena belum makan sejak pagi. Gue memilih tuk mencoba mie ayam ceker yang menurut teman-teman gue lumayan enak di Unpad. Siang itu kantin dipenuhi puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan. Kebetulan ada satu tempat kosong dan tepat di depan gue ada seorang yang sedang asyik dengan buku-bukunya sejak tadi. "disini kosong ngga?" tanya gue. "Oh, engga ada kok duduk aja klo lo mau." jawab dia pelan. Akhirnya gue duduk dan berbincang-bincang dengan dia. Ternyata dia juga mahasiswa baru dari Fakultas Ilmu Komunikasi.
Selepas makan siang dia mengajak gue tuk solat Zuhur di masjid kampus. "Wah, kayaknya dia baik banget ya" bisik gue dalam hati. Lalu dia berniat tuk mengantar gue pulang, karena hujan turun cukup deras siang itu. Awalnya gue ngga mau, tapi akhirnya gue mau juga, hehe. Honda Jazz Merah berplat nomor D 1506 RED membawa gue menuju kosan yang ternyata ngga terlalu jauh dari kosan dia. Di jalan kami pun bercerita banyak hal. Seneng banget rasanya hari itu.
Keesokan hari nya dia mengajak gue pergi ke kampus bareng. Gue kaget di dalam mobilnya ada puluhan bungkus keripik Maicih tersusun rapih di kursi belakang. Ternyata selama setahun ngga kuliah dia mencoba berjualan keripik maicih sembari mengikuti bimbingan belajar dan masih berlangsung sampe sekarang. Dia berasal dari keluarga sederhana. Hal yang membuat gue terkejut, dari berjualan keripik selama setahun. Sekarang, dia berhasil mencicil mobil dari keringatnya sendiri dan udah ngga minta uang lagi ke ortu nya kecuali buat uang kuliah. Gue bener-bener salut sama dia. Masih muda, tampan dan Mandiri. Oh, iya kenalin namanya Redi.
Entah kenapa sekarang Faisal udah jarang banget ngabarin gue, dia cuma whatsapp/telfon gue sekali-sekali. Gue lama-lama ngerasa bete sama dia. "Apa dia udah ngga sayang lagi ya sama gue, apa dia udah nemuin cewe baru disana?" pikiran gue dipenuhi tanda tanya. Tiba-tiba gue terbayang sama Redi, "dia kok baik banget ya sama gue, apa gue suka ya sama dia?" bisik gue dalam hati. Sekarang gue jadi sering ngabisin waktu sama dia. Kadang gue suka nemenin dia jualan keripik, seru aja sih rasanya.
Di akhir pekan gue meminta Redi untuk ikut berjualan keripik bareng-bareng . Kebetulan pagi itu cuaca cukup cerah dan gue merasa bersemangat. Kami melaju ke Jalan Dago karena di akhir pekan selalu di adakan car free day di daerah tersebut. Pukul 06.30 tepat kami sudah berada di lokasi dan menyiapkan dua buah meja yang dipenuhi oleh puluhan bungkus keripik.Satu persatu orang-orang menghampiri tempat kami. Dari anak-anak sampai mereka yang sudah berkeluarga. Tiga jam kemudian keripik kami pun sudah tak nampak lagi. Alhamdulillah jualan kami pagi itu laku keras dan menghasilkan omset sekitar Rp 1.200.000.
Selepas letih berjualan Redi mengajak gue berkeliling mencari sarapan, Lantunan lagu "Perahu Kertas" nya Maudy Ayunda menemani perjalanan kami berdua. "lo suka lagu perahu kertas red?" tanya gue. "lumayan cha, klo gue denger lagu ini, gue ngerasa nyaman aja. hehe." balas Redi. Bubur ayam Mang H. Oyo Tea menjadi pilihan gue pagi itu. Kenapa gue milih itu? karena bubur ayam ini termasuk tempat kuliner yang terkenal dan cukup legendaris di bandung.
***
Pagi itu, mata gue masih berkunang-kunang, tiba-tiba ada satu message muncul di handphone gue, ternyata dari faisal.
From : My Faisal
“Pagi sayang, kamu udah bangun belom? Maaf ya aku belakangan
ini jarang banget kabarin kamu, pasti kamu marah ya sama aku? Aku minta maaf
yaa. Oh, iya, sayang. Senin Besok Aku ada kunjungan ke ITB mungkin sekitar tiga hari aku bakal stay di
Bandung. Nanti kita ketemuan ya. Aku mau kasih sesuatu sama kamu.”
Kenapa dia baru muncul disaat gue lagi deket sama
seseorang. Dengan sedikit kekesalan. Gue binggung mau jawab apa, akhirnya gue
jawab seadanya aja.
To : My Faisal
“Oke, aku tunggu ya.”
Seminggu kemudian, faisal bersama temen-temennya dari Unibraw tiba di Kota Bandung. Siang itu kuliah gue udah selesai. Faisal tiba-tiba telfon gue. "Cha, kamu sekarang lagi dimana, aku mau ketemu kamu ya?" "aku masih di kampus nih, kamu ke kampus aku aja ya, aku tunggu kamu di kantin." Akhirnya, gue ketemu lagi sama dia, tapi entah kenapa perasaan gue udah rada beda gini. Disatu sisi gue ngerasa kangen banget sama dia. Tapi, gue juga ngerasa rasa sayang gue ke dia ngga kayak dulu lagi. Kami berbincang-bincang cukup lama.
Tiba-tiba Faisal mengeluarkan sebuah kotak kecil terbungkus kertas berwarna coklat bermotif. Gue membuka nya perlahan. dan ternyata isinya sebuah jam tangan kulit Michael Kors MK5049 warna putih. Dulu, gue sempet pergi ke toko jam sama dia dan gue tertarik banget sama jam ini. Tapi, harga nya itu lho kalau ngga salah sekitar Rp 1.200.000. Sumpah, gue bener-bener kaget dia ngasih jam itu ke gue. "Berarti dia masih bener-bener sayang sama gue, dia sampe rela beliin jam tangan itu buat gue." bisik gue dalam hati. "ah, sayang ini kan mahal harganya, makasih yaa sayang" sahut gue dengan air mata tiba-tiba berjatuhan."Iya sayang, aku ngerasa bersalah sama kamu dan karena aku sayang banget sama kamu jadi aku beliin kamu itu deh, kamu suka kan?" balas faisal. "Iya, aku suka, suka banget malah." jawab gue
Keesokan hari nya, Faisal bergegas pergi meninggalkan Kota Bandung dan ninggalin gue juga. "Gue salah selama ini, ternyata dia masih sayang banget sama gue. Tapi gue juga udah mulai sayang sama Redi, terus apa yang harus gue lakuin, sumpah gue binggung banget." Bisik gue dalam hati sambil menitikkan air mata. Sebelum dia pergi ninggalin gue dia bilang gini "Walaupun aku jauh dari kamu, tapi rasa sayang ini tetap buat kamu cha. Kamu harus percaya itu. Suatu saat kita pasti akan berjumpa lagi."
Hari-hari selanjutnya gue lalui dengan perasaan bimbang, siapa yang harus gue pilih ya, "Faisal atau Redi?" Di tengah jadual kuliah yang cukup padat, hal ini sering banget menggangu pikiran gue. Gue tahu faisal berasal dari keluarga yang sangat berada. Dia bisa dengan mudah mendapatkan apapun yang dia mau. Namun, gue belom melihat suatu hal yang bisa dia hasilkan sendiri yang bisa membuat gue simpati sama dia. Di satu sisi, Redi yang berasal dari keluarga biasa aja. Sejak muda sudah menunjukkan kalau dia bisa dan dia udah ngajarin gue banyak hal tentang hidup yang sebenarnya.
Bersambung..
Comments
(0)
Sore ini, rintikan hujan masih membasahi jalan sejak pagi tadi. Cuacanya ibarat perasaan penduduk palestina saat ini. Sedih di iringi luka yang mewarnai hari-hari mereka belakangan ini. Kenapa? karena Genderang perang kembali dimulai antara penduduk Palestina dan para Zionis Israel. Gaza membara, Ribuan korban jiwa berjatuhan tiap harinya, Penduduk palestina berjuang untuk mendapatkan syahid dan para tentara Israel terus melakukan penyerangan tanpa henti. Jujur gue ngerasa sedih banget, saudara-saudara se-islam gue disana sedang berjuang mati-matian. Namun, apa yang bisa gue lakuin, mungkin ga ada selain doa-doa yang gue sempatkan ketika gue berdoa.
Berbagai media Internasional mengatakan bahwa serangan dimulai oleh para pejuang Palestina sehingga tentara Israel melakukan serangan balasan. Entah, siapa yang benar atau salah. Tapi, menurut gue Penduduk Palestina ga mungkin melakukan penyerangan lebih awal. Toh, kasus ini telah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu dan seakan tak akan berhenti hingga Allah swt menghancurkan dunia ini. Sejak dulu Warga Palestina secara perlahan terjajah. Padahal Israel itu merupakan korban kekalahan Nazi Jerman. Saat itu mereka terbuang dan gatau mau tinggal dimana. Disaat mereka di berikan tempat tinggal oleh penduduk Palestina mereka seakan ga tahu terima kasih. Hingga kini wilayah palestina menjadi sangat kecil dibandingkan wilayah Israel.
Perjuangan rakyat Palestina terasa sangat berat. mereka ga pernah ngerasa tenang, mungkin kalau gue tinggal disana, ga tahu deh gue mau ngapain. Pasti gue bakal ngerasa panik tingkat dewa, tapi gue yakin Allah swt akan selalu ada buat mereka, semua perjuangan mereka akan terbalas dengan wanginya Surga, dimana itulah tempat kembali terindah yang pernah ada dan setiap insan berharap bisa menjadi penghuninya setelah mereka meninggalkan dunia ini. Entahlah, apakah gue bisa menjadi penghuni surga nantinya?
Gue ngeliat organisasi-organisasi besar dunia seakan kurang peduli dengan masalah ini, apa mereka telah terancam atau tertutup hati mereka oleh para zionis dalam menyelesaikan masalah ini? hmm.. sepertinya iya. Karena, dari berbagai sumber yang pernah gue baca berbagai organisasi besar dunia yang memiliki pengaruh kuat di latar belakangi dan dibiayai oleh para zionis dan itu menyebabkan mereka memilih untuk diam. Padahal seluruh dunia telah mengecam kejahatan yang telah terjadi sejak puluhan tahun silam. Mungkin jika Islam menguasai dunia lagi hal ini baru bisa dihentikan.
Semoga para zionis yang berhati keras itu diberikan balasan setimpal di akhirat nanti. Mereka boleh bersenang-senang dan terus membabi buta sekarang. Namun, pada akhirnya mereka akan dikirim ke dalam neraka Jahanam dan kekal didalamnya. Gue yakin banget :')
Comments
(0)
Nah, sekarang
gue mau ngomongin beberapa hal tentang Impian, secara garis besar pasti lo udah
tau apa itu impian. Tapi, disini gue mau mencoba mengupasnya secara lebih
kompleks. Impian itu ibarat sebuah gambaran masa depan,
biasanya ga gampang buat nge-dapetinnya. Menurut gue setiap Manusia wajib
memiliki minimal sebuah impian besar. Why? Karena dengan adanya impian lo bisa
punya hasrat tuk berusaha mendapatkan apa yang lo mau, meski awalnya lo ngerasa
ah kayanya ga mungkin banget itu bisa gue dapetin.
Let say, ketika
lo bermimpi menjadi seorang dokter/insinyur atau apapun itu. Pikiran dan hati
lo bakal tergerak tuk berusaha mewujudkannya. Apalagi disaat lo bermimpi ada
bayangan lo pengen banget membahagiakan orang-orang yang lo sayangi. Lo pengen
bisa merasakan nikmatnya hidup, lo pengen bisa berbagi lebih kepada sesama atau
apapun itu. Jadikan itu sebuah rasa takut agar lo makin terpacu. Contohnya gini
misalnya tiba-tiba keadaan keluarga lo lagi bener-bener jatuh dan lo kehilangan
segalanya. Disitu mau gamau lo harus bisa Think
Out Of The Box. Gimana caranya lo bisa bantuin mereka dengan kemampuan yang
lo miliki dan lo butuh impian besar untuk bisa bangkit kembali.
Terkadang gue juga suka binggung dan
ragu kira-kira gue bisa engga ya mewujudkan apa yang gue impikan selama ini. Pikiran-pikiran
negatif sering banget mampir di kepala gue tanpa gue minta untuk datang. Tapi
pada akhirnya gue coba tuk berusaha semaksimal mungkin selagi gue bisa dan
berusaha mendekatkan diri kepada tuhan gue yaitu Allah swt yang udah
menakdirkan gue lahir ke dunia ini. Di Samping impian besar yang harus kita
miliki kalau ga di barengi usaha yang besar juga semuanya bakal sia-sia menurut
gue. Ibarat kita berdoa tapi Ikhtiarnya ga ada yaudah itu cuma akan jadi impian
lo semata.
Dibeberapa
buku yang pernah gue baca mengatakan ketika lo berada dalam kondisi paling
kritis, disitu lah kemampuan besar yang lo miliki akan muncul. Meski sebelumnya
lo ga menyadari hal itu. Saat ini pun gue juga lagi terus berjuang supaya bisa
mendapatkan hal terbaik yang bisa gue lakuin meski pada akhirnya hanya Allah
yang tahu apa yang akan terjadi. Disaat gue ga memiliki kesibukan, gue sering
menyempatkan diri tuk membaca buku-buku yang menurut gue bisa berpengaruh
banget buat kemajuan Indonesia.
Oh, iya gue
mau nambahin dikit nih, ketika lo berjuang tuk mengapai mimpi lo dan ada
seorang yang berarti banget buat lo turut serta mendukung perjuangan lo, itu
bisa ngebuat lo makin bergairah dalam berjuang, ibarat tuh dia menjadi suntikan
energi positif dalam diri lo. Ada pepatah mengatakan ''Bersatu kita teguh
bercerai kita runtuh.''
Mungkin Ini
aja yang bisa gue share kali ini, yang pasti intinya create your big dream,
believe it, and try to make it happen.
Label: Story
Comments
(0)